SekolahGratis

Pantaskan Mereka Menerimanya ?

Inspirasi Sekolah Gratis

Program untuk mendirikan PerguruanTinggi Gratis ini sudah mulai terpikirkan semenjak tahun 2002 oleh Pengurus (Ketua Yayasan Aulia), dimana waktu itu pernah terpikir jika suatu saat deberi keleluasaan rezki sama Allah, maka Insya Allah akan didirikan perguruan tinggi gratis yang mana sumber dananya berasal dari zakat, infaq dan sedeqoh dari penghasilan pribadi kami, tapi sampai saat belum bisa terwujud.

Pada suatu ketika tepatnya pertengahan tahun 2009 terpikir untuk mencoba memulainya untuk menggalang dananya, karena kalau ditunggu sampai mampu secara ekonomi mungkin tidak akan mungkin terwujud. Mulai saat itu dibuat konsep atau cara untuk menggalang dananya sampai menyiapkan semua perangkat dan legalitas yang sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita, tapi disini kami tidak meminta sumbangan ke siapapun, karena kalau di mintakan sumbangan ke orang-orang mungkin orang tidak akan percaya dan bisa jadi mereka akan menyebutnya gila, ditambah lagi situasi dan kondisi yang tidak kondunsif kerana banyak berbagai macam lembaga dan sebagainya yang sedianya  untuk amal tapi disalah gunakan oleh pengurusnya.

Bisnis yang kami adakan ini tidak hanya menguntungkan buat pengurus tapi semua orang yang terlibat termasuk member akan diuntungkan, minimal jika mereka tidak bisa mengembangkan bisnisnya masih dapat menikmati mudahnya untuk mendapatkan produknya yakni pulsa elektrik, jadi tidak ada resiko karena bisa diorder dari hp sendiri, harganya pun murah, waktunya bebas 24 jam online dan sudah disisihkan untuk amal dari setiap transaksi jadi Insya ada berkahnya sesuai dengan niat mereka bergabung.

Kenapa dibilang “bisnis” karena selain ada amal kami juga menyisihkan sebagai bagi hasil dari keuntungan yang kami peroleh untuk mensejahterakan anggotanya, tentu ini sesuai dengan ketentuan yang telah kami buat.

Kenapa harus perguruan tinggi ? bukannya SD, SMP atau SMA ?

Ada beberapa alasan, diantaranya :

    o
  1. Ekonomi
  2. o

  3. Perguruan tinggi mahal
  4. o

  5. Perilaku tidak mendidik dari orang tua yang kurang mampu, kami sering kali mendengar dan melihat langsung orang tua berdialog dengan anaknya “kata orang tua ; nak tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena tidak akan kuliah dan akan jadi pegawai, mereka berkata begitu karena melihat dari kaca mata mereka karena memang tidak mampu, karena si anak usianya memang masih usia bermain dan suka hura-hura jadi perkataan orang tua disambut baik oleh si anak sehingga sekolahnya cukup sampai SD atau sal bisa baca tulis saja.
Anak ku

Terus Berjuang demi sesuap nasi

Nah akan jadi apa anak keturunan mereka nantinya, sementara persaingan hidup semakin ketat, lahan semakin sempit, kompetitor semakin banyak dan sebaginya.

Jika mereka tidak bisa bersaing dalam hidup sementara kebutuhan dasarnya sama dengan yang lainnya, alhasil mereka akan menjadi pengganggu di lingkungan mereka atau bahkan bisa menjadi penjahat yang setiap saat akan mengintai anda semua….

Jika perguruan tinggi (sekolah gratis) ini terwujud dan sampai berita ini ke telinga para orang tua, kami yakin orang tua mereka akan menyuruh anaknya untuk sekolah terus dengan harapan mudah-mudahan bisa kuliah di perguruan tinggi Yayasan Aulia nantinya, walaupun nantinya mereka tidak dapa kuliah disini karena kemampuan perguruan tinggi ini terbatas, tapi minimal mereka sudah tamat sampai tingkat SLTA. Jadi secara intletualitas mereka sudah bisa bersaing dengan yang lainnya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah AMAL JARIAH tidak banyak orang yang percaya kalau sedeqah adalah salah satu jalan pembuka pintu rezki, kata nabi Muhammad Saw, sedeqah itu akan mendatangkan 70 macam kebaikan, diantaranya meluaskan rezki, memanjangkan umur, menghindarkan kita dari segala macam bahaya dan penyakit, dan banyak lagi.

Untuk itu kami berharap kita semua bisa berbuat, kami sudah memulai anda juga bisa berpartisipasi dengan cara beli pulsa dan bergabung disini, Insya Allah……

Pulsa Murah, Pulsa Syariah, Sekolah Gratis, Yayasan Aulia

Comments on this entry are closed.

Previous post:

Next post: